Announcement:

You can download , games , software free. 'And Computer Learn ,Network

Linux Menjauhkan Kita Dari Dosa



Hehehe.. “Linux Menjauhkan Kita Dari Dosa” mungkin itulah salah satu kalimat yang dulu pernah saya ucapkan secara spontan pada saat pertemuan rutin di depan seluruh guru MGMP SMP TIK se-Kabupaten di tempat saya tinggal dengan umur saya ketika itu 17 tahun dan sekarang 19 tahun. Entah apa istimewa sebuah kalimat itu, mungkin tidak terlalu sangat istimewa dan menarik. Meskipun begitu tidak sedikit peserta yang memalingkan muka menghadap ke muka saya dengan serius. Kemudian sayapun melanjutkan presentasi yang pada waktu itu mengenai Ubuntu.
Mungkin banyak yang bertanya kenapa bisa menjauhkan dari dosa ?, sayapun mencoba menjelaskan sedikit mengenai apa yang sebenarnya saya katakan tadi. Semua orang mungkin tau jika membajak karya cipta orang lain itu merupakah salah satu tindakan yang melawan hukum, pembajakan apapun itu. Jika kita menggunakan barang yang bajakan maka ada sedikit (mungkin banyak) dosa yang kita dapatkan karena telah menggunakan yang bukan milik kita. Terus apa hubungannya dengan Linux ? tentu saja sudah pada tau jika memakai Linux potensi untuk melakukan pembajakan sangat kecil (meskipun ada kemungkinan) hehe. Entah dasarnya tertulis apa saya ngomong sepert itu, mungkin tidak ada karena saya hanya menggunakan ilmu cocoklogi untuk mengatakan itu hehe. Sampai saat itulah kalimat itu populer saya gunakan di beberapa acara dan kegiatan.
Mungkin itulah salah satu pengalaman yang sangat menarik pada waktu itu. Tidak hanya presentasi di MGMP SMP TIK se-Kabupaten, tetapi juga mengenalkan Linux di kalangan guru – guru Komputer SMK se-Kabupaten. Hal itu sangat menarik karena pada waktu itu saya baru saja mengenal apa itu Linux. Belum sampai setahun saya mengenal Linux dan bukan “Linux Menjauhkan Kita Dari Dosa” yang membuat saya menggunakan Linux, entah darimana kalimat itu yang jelas kalimat yang tidak sengaja muncul itu menjadi salah satu alasan kenapa saya menggunakan Linux. Dulunya saya tidak pernah menggunakan Linux sama sekali dan saya tidak tau apa itu Linux.
Tetapi sangat disayangkan, beberapa oknum menyalahgunakan Linux malah untuk mencari dosa (hehe gak banyak kok hanya beberapa). Contohnya, menggunakan sistem operasi yang lugu ini untuk melakukan deface atau merugikan halaman orang lain tanpa bertanggung jawab dengan baik. Dosa datanglah pada orang – orang itu hehe. Sudah baik sih jalannya tapi niatnya yang bikin dosa. Wah sudah makin ngawur aja ini tulisan :D.
Tetapi (lagi) banyak juga kok pengguna Linux menggunakan sistem operasi ini dengan sangat baik, sehingga bisa mengabdi pada masyarakat dan membangun lingkunannya. Salut buat mereka yang terus berjuang membangun negara ini menjadi lebih maju lagi. Termasuk teman – teman seperjuangan saya dulu waktu mengenalkan apa itu Linux dikalangan akademisi maupun orang awam. Tidak mudah untuk melakukan itu, tapi tidak sedikit pula pengalaman yang didapatkan jika kita menggunakan sistem operasi ini dan mengenalkannya kepada orang ramai.
Menurut saya hardisk yang ter’format’ pada waktu instalasi Ubuntu merupakan sebuah tanda bahwa kita sudah tobat untuk tidak membajak lagi dan menjadi awal bagaimana kita membangun kehidupan baru kita dengan os yang baru kita kenal dan menghapus semua dosa – dosa yang telah dilakukan selama melakukan pembajakan (hehe). Begitulah sedikit cerita menari dari saya, silahkan komentar&like jika suka dan yang tidak suka silahkan juga komentar&like, tentu saja semuanya kometar sangat baik dan membangun :P

Source by : http://www.linux.or.id
Share It Please Bro

Unknown

Hello Perkenalkan Nama Saya Rifki saya memposting semua artikel yang ada di blog ini , dan saya juga masih belajar mengenai software dan jaringan dan maka itu saya membuat blog ini untuk belajar dan menukar pikiran kepada agan agan sekalian ,saya juga belum master seperti agan agan yang sudah master , saya hanya untuk posting hal yang berguna , karena saya ingin menjadi orang yang berguna bagi orang lain

Copyright @ 2015-2016 Komputer Jaringan . Designed by Templateism | Love for Rifki Amalun